"Sabar ada batasnya"...kata-kata ky' gt klasik memang, terutama klo kita lagi menghadapi masalah sampe' gk sanggup lagi buat nahan...bukan nahan kentut bukan..tapi nahan segala emosi, kata2 itu pantas diucapkan...
Ky' pengalaman ku sama senior ku di tempat kerja...
Aku tinggal di antara keluarga yang yaaah...cukup terbuka tapi bukan buka-bukaan, demokratis, n bisa dibilang cukup berani buat mengungkapkan pendapat atau mengutarakan smua pikiran.
Aku mungkin masih muda buat menyandang status CPNS tapi bukan berarti juga dengan aku yang masih menyandang status itu lalu aku dipandang sebelah mata. Ditambah lagi pendapat orang-orang yang suka bilang klo aku terlalu kecil buat jadi seorang bidan. So...kenapa emangnya...??Apa aku salah...trs apa itu jadi masalah, masih banyak di luar sana yang lebih kecil dari aku.
Dan bukan berarti juga aku mau ditindas. Selama aku kerja di tempat kerjaku yang sekarang, aku ketemu berbagai macam orang dengan karakter & kepribadian yang berbeda-beda. Aku coba buat menghindari yang namanya "masalah". Aku coba ramah malah dikira cari muka...aku coba diem dikira sombong...Klo aku coba buat cari ribut jangan-jangan malah pada tunduk ma aku kali' yaaa....
Sekarang aku tau rasanya bekerja di lingkungan yang penuh dengan orang-orang yang bermuka 2 atau yang satu sama laen saling musuhan. Saran buat temen-temen: jangan coba-coba akrab dengan 2 orang yang saling bermusuhan, karena bisa-bisa anda-anda kena imbasnya juga.
Itu yang aku alamin sekarang...Awalnya memang dari kesalahan ku, kesalahan dari bocah ingusan yang baru beberapa bulan kerja dengan cara ngeles gaya' bocah yang konyol abizzzz....Tapi bukan berarti senior ku yang statusnya lebih tinggi yaitu dokter yang jelas2 berpendidikan lebih tinggi, bisa nyakitin perasaanku begitu aja donk...Aku punya harga diri...Udah aku coba minta maaf semaaf maafnya klo aku salah, eeeehhh...malah semakin ngelunjak dengan cara khasnya yang terkenal yaitu dengan cara mengubar kesalahan ku didepan orang bayak sambil nunjuk2 mukaQ....Aku tanya apakah itu etis dan apakah pantas seorang dokter berperilaku seperti itu....????
Asal tau...raut muka seorang wanita yang sangat marah & labil sangat tidak baik ditunjukkan karena amat sangat mengerikan. Dan itu dipandang orang sangat mengerikan & menjijikan....
Ucapan yang menyakitkan buat aku adalah waktu dia ngatain aku klo aku sifatnya bakalan kaya' musuhnya yang juga teman 1 katorku itu....Hal yang aku benci di dunia ini klo aku dibanding-bandingkan atau disamakan dengan orang lain terutama klo km disamakan/dibandingkan dengan orang yang aku benci juga.
Aku ya aku...dia ya dia...Jangan menilai atau menjudge orang lain klo kamu belum mengenal baik orang itu atau berdasarkan cerita orang. Itu sama sekali gak etis....!
Oke...sampe' sini ada yang bingung aku sendiri juga bingung gimana caranya ceritain kejadiannya...Intinya dia cukup membuat aku sakit hati.
Habis sudah kesabaranku saat itu dan detik itu juga...Aku coba melawan dengan cool tapi gak mempan, malah semakin dimaki-maki. Dengan senjata mautnya juga dia pake' nangis segala...Helooo...seharusnya aku yang nagis...Woooooiiiii......!!
Tapi aku gak mungkin ngelakuin hal yang sama, klo aku nangis berarti aku kalah bukan berarti aku mau ngajak berantem...Awalnya mau klarifikasi klo aku gak bermaksud nyinggung dia tapi kenapa dia malah bales yang lebih nyakitin...Okee...udah cukup buat merasa kasihan sama orang itu. Aku dah capek klo harus diincar terus, selalu aja cari2 kesalahku, di sangkutpautin sama musuhnya.
Kaya'ny aku menorehkan sejarah di tempatku kerja bahwa Aku Yang Muda Akhirnya Bertindak...And Do not underestimate me...
Saat kejadian itu aku masih inget banget kata2 yang dia diucapin, malah semakin dia banyak bicara semakin jelas kesalahan yang dia buat n tampak banget klo dia plin-plan gak sesuai ucapan n perilakunya. Itu membuktikan bahwa sejak awal aku kerja disitu aku sudah mulai diincar.
"Kumpulkan keberanian rani...kumpulkan..."pikirku, aku coba buat bertahan dengan pembelaan yang cuma bawahan tapi udah banyak orang yang coba buat melerai...tunggu...tunggu...ini belum b'akhir...
Dari peleraian itu aku akhirnya bilang "Ibu gak seharusnya menjudge saya seperti itu...", semakin dia berontak aku jadi semakin tergoda buat bikin tuh orang marah....xixixi
"Apa karena saya sering nganterin pulang mbk A (musuh bebuyutan si dokter) trs ibu jadi benci n marah sama saya...???", mau tau responnya seperti apa...
Dengan wajah bercucuran air mata n nunjuk2 ke muka aku sambil bilang "ITU HAK MU BUAT NGANTERIN DIA PULANG. TAUUU...!!" sambil teriak. Semua pasien ampe' kaget dengerinnya....hahahaha....klo d inget2 aku suka senyum2 sendiri waktu dia bilang gitu...Reaksinya n raut wajahnya mencerminkan klo memang bener adanya klo dia benci aku karena aku deket sama musuhnya, deket bukan berarti aku dukung musuhnya nggak sama sekali....Padahal ada 1 hal yang pernah dia ajarin ke aku jangan mau ditindas sama senior...Kok sekarang dia malah gak terima, malah gak terima kritikan...ckckckck...Ternyata cuma d mulut doank...
Klo diceritain kurang menarik tapi kenyataannya sungguh mendebarkan...hohohoAku gak mau dianggep remeh, statusnya cuma sebagai pengganti sementara pimpinanku karena pimpinanku sekarang lagi naik haji. Tapi bukan berarti dia bisa semena-mena...Salah ya salah tanpa memandang apa statusnya. Pejabat yang tinggi aja klo salah di demo sama rakyat2, jadi kenapa aku harus diem. Aku akui aku salah n aku minta maaf tapi dia...Silahkan menilai sendiri.
Bukannya seorang senior harus selalu membimbing junior, klo pun salah cukup ditegur kan...Aku masih punya otak dan punya prasaan. Aku bukan kebo yang harus selalu di pecut trs menerus supaya menurut terus n dianggep remeh. Awalnya aku menghormati dia tapi kenyataannya, malah aku yang gak dihargai...
Gimana yang muda mau menghormati yang lebih tua klo yang tua aja gak mau menghargai yang lebih muda...
mbak tulisanya bagus ya, mending sekolah lagi aja eman-eman potensinya wis tak dukung he...he serius ni, anda yah smart jujur dan tegas! training kepemimpinan sapa tau anda jadi pemimpin! ini doa ha..ha.tapi masih labil banyaklah berteman orang2 yang sabar agar bisa bijaksana.
BalasHapus